Mengambil istilah Knowledge Based Party dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menjadi kokoh
karena dilandasi pemahaman kadernya yang
utuh dan merata tentang konsep sebuah partai dakwah, maka sebuah keluarga
hendaknya juga memiliki semangat yang sama yaitu membentuk Knowledge Based
Family , yaitu keluarga yang Setiap anggotanya memahami betul tentang tugas-tugasnya dan
memposisikan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama pengerjaannya . Orang tua yang
merupakan central of knowledge , dalam
hal ini terutama Ayah harus mampu menjadi sumber utama atau penyedia informasi bagi
anggota keluaga. Bukan sembarang informasi, melainkan pengetahuan yang memang
dibutuhkan oleh masing-masing anggota
keluarga untuk menyelesaikan
tugas-tugasnya.
Membentuk Knowledge based Family,
berarti membuat seluruh anggota memahami tujuan besar keluarga didasari oleh
pengetahuan yang cukup, Kemudian berbekal pengetahuan tersebut bahu membahu mewujudkan
tujuan besar tersebut. Knowledge pada keluarga
di posisikan sebagai bahan bakar, yang harus selalu diisi untuk
menggerakkan mesin dalam melahirkan perubahan demi perubahan kearah yang lebih
baik, Karenanya pencarian terhadap ilmu pengetahuan bagi sebuah keluarga tidak
boleh berhenti karena akan menyebabkan kebuntuan-kebuntuan yang menyebabkan
sulit bergesernya sebuah keluarga dari posisi yang sulit.
Membentuk Knowledge based Family,
berarti dalam menyelesaikan masalah keluarga orang tua mengutamakan ilmu sebagai solusi, mencari pada sumbernya dan mendistribusikan secara merata kepada anggota keluarga. Pencarian pengetahuan berfokus
pada apa yang dibutuhkan oleh masing2-masing anggota keluarga, sehingga mereka dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebagai contoh seorang istri membutuhkan
ilmu tentang bagaimana merawat anak,
memasak dan mengatur keuangan. Sedangkan seseorang anak membutuhkan ilmu tentang
bagaimana mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.
Membentuk Knowledge based Family,
tidak selalu bersandar pada materi akan
pemenuhan kebutuhan akan ilmu sebagaimana yang banyak jumpai disekitar kita yaitu orang tua seolah olah mengambil jalan pintas, menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah-sekolah yang mahal, padahal belum
tentu yang didapat dari sekolah tersebut sesuai dengan apa yang dicita-citakan
bersama. Yang ideal adalah orang tua harus mampu secara langsung menjadi knowledge source yang utama bagi anak-anaknya, karena hanya orang tua yang
mengerti secara spesifik tentang kemampuan anaknya, pembebanan apa yang harus diberikan sesuai dengan pemahamnya dan goal yang harus dicapai anak-anaknya.
Yang tak kalah pentingnya, Membentuk Knowledge Based Family
berarti orang tua harus mampu menunjukan keteladanan kepada anak-anaknya akan
penerapan ilmu pengetahuan, karena kekuatan ilmu terletak pada amalnya atau
pada kemampuannya memecahkan masalah.