Wednesday, 6 March 2013

Do it your self Education

sebagai orang tua Tahukah kita berapa sebenarnya biaya yang diperlukan sebuah keluarga untuk pendidikan anak. menurut kami itu semua tergantung dari sejauh mana orang tua terlibat langsung dalam proses pendidikan anaknya. untuk mengukurnya kita bisa menjawab pertanyaan berikut ini
  1. Apakah anda meluangkan waktu setiap hari untuk anak sedikitnya 20 menit untuk berbicara atau berbincang.
  2. apakah anda sering bertanya kepada anak terkait sekolahnya , misalnya: tentang aktivitasnya disekolah, atau tentang gurunya.
  3. Apakah anda meluangkan waktu khusus untuk mengajar anak, mis. membahas PR, atau menerangkan suatu materi.
  4. Apakah anda sering menemani anak anda melakukan hobbynya.
  5. apakah anda termasuk orang tua yang suka belajar , mis: berusaha mendalami pelajaran sekolah anak. atau membaca buku buku pelajarannya.
Pertanyaan diatas sebenarnya dapat menjadi ukuran akan sejauh mana keterlibatan kita secara langsung dalam proses pendidikan anak. biasanya semakin banyak kita menjawab "tidak" akan pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka semakin besar ongkos pendidikan anak yang harus kita keluarkan.
Jawaban "tidak" akan pertanyaan diatas mencerminkan letak kepercayaan  yang besar  pada orang tua akan fungsi lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah , bimbel dan kursus. Kebanyakan orang tua mengandalkan lembaga-lembaga tersebut secara penuh agar anaknya menjadi seperti yang diinginkannya. Hal tersebut tentunya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dimana semakin tinggi harapan orang tua akan anaknya semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkannya, disebabkan harus menyekolahkan anaknya disekolah yang mahal dan memasukan ke lembaga kursus atau bimbel ternama.

Do it your self education

ada ungkapan yang mengatakan "jika ingin murah lakukan saja sendiri" . walaupun tidak seratus persen benar , tetapi harus diakui keterlibatan langsung kita dalam proses apapun biasanya memang mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu. begitu juga dengan pendidikan anak, kita sebenarnya bisa memangkas biayanya dengan melakukan apa yang saya istilahkan dengan Do it your self (DIY) education, yaitu proses mendidik anak dengan sebanyak mungkin melibatkan secara langsung peran orang tua.
jika fungsi perencanaan, implementasi dan evaluasi pendidikan anak benar-benar dilakukan langsung oleh orang tua, maka banyak biaya yang tidak perlu dapat dikurangi.  Sebagai contoh , ketika anak pertama kami masih berumur satu tahun, kami sudah mulai merencanakan akan bagaimana pendidikan pra sekolahnya nanti. yang kami lakukan hanyalah membaca buku tentang pendidikan  usia dini, psikologi anak, teknis pengajaran anak dan buku-buku sejenisnya. 

ketika anak kami berusia 2.5 tahun, kami mulai mengumpulkan anak-anak berusia 4- 7 tahun disekitar kami untuk melakukan aktifitas bersama ditempat kami, yaitu bermain dan belajar. dimana arena tersebut kami manfaatkan untuk mempraktekkan pengetahuan yang kami dapat dari buku-buku tersebut. dalam prosesnya anak kami kami biarkan berada dalam aktifitas bersama tersebut. hasilnya dia termotivasi sendiri untuk ikut serta dalam aktifitas bermain dan belajar tersebut.  singkatnya , saat ini usia anak kami sudah 5 tahun, dan kami merasa tidak perlu lagi memasukkannya ke Taman kanak-kanak diluar. 

dari segi materi setidaknya ada dua keuntungan yang kami dapatkan, pertama kami tidak perlu mengeluarkan uang untuk Memasukkan anak ke TK, yang kedua kami memperoleh penghasilan dari aktifitas bersama tersebut yang saat ini telah menjadi bimbel dan kelompok bermain. tetapi hal yang paling menguntungkan adalah , kami mendapatkan ilmu dan pengalaman yang menjadikan  kami orang tua yang selalu belajar , mengantisipasi kebutuhan anak akan pendidikan disetiap jenjangnya. 


Saat ini kami tidak terlalu terbebani dengan keinginan agar anak harus masuk SD yang bagus (mahal), selama kami tetap mendampingi proses belajarnya SD negeri biasa pun dapat menjadi pilihan utama. ini akan menjadi berbeda jika kami tidak mempersiapkan terlebih dahulu sebelumnya, mungkin saat ini kami sedang sibuk mencari sekolah yang bagus .

Tujuan akhir dari DIY Education adalah menjadikan anak pembelajar mandiri, yang berarti menanamkan kepadanya bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan, dan itu tidak mungkin terjadi jika kita sebagai orang tua tidak mampu membuat suasana belajar yang menyenangkan untuknya. semakin mandiri ia belajar dan menemukan sendiri metode yang cocok untuknya, akan menjadi semakin sedikit keterlibatan kita mengajarinya. 
 
Selamat belajar para orang tua ....



No comments:

Post a Comment